Inilah Penyebab Bayi Kembung Yang Jarang Diketahui

Di berbagai belahan dunia, gangguan kesehatan selalu saja muncul dan membawa keresahan pada masyarakat. Pada sebagian besar gangguan kesehatan juga diderita oleh para bayi dan balita. Memang tidak begitu banyak gangguan serius yang terjadi pada bayi. Akan tetapi gangguan sekecil apapun itu sebisa mungkin dihindari demi kesehatan bayi kita. Perut kembung adalah salah satu gangguan sepele yang oleh bayi tak bisa kita anggap remeh. Berikut adalah 5 penyebab bayi kembung yang mesti kita ketahui.

1. Sensitif Akan Makanan Tertentu

Salah satu penyebab bayi kembung adalah sensitifnya perut bayi terhadap makanan-makanan tertentu. Hal ini memungkinkan bila bayi mendapat makanan pendamping selain ASI. Karena tidak semua makanan sehat bisa kita berikan pada perut bayi yang masih sangat tipis. Bahkan, banyak sekali makanan bergizi tinggi justru lebih mudah menyebabkan kembung bagi bayi.

Ini benar-benar penting untuk menjadi perhatian setiap orang tua. Beberapa makanan seperti kubis, kembang kol, dan brokoli adalah makanan sensitif yang harus dihindari bayi sebagai makanan pendamping. Karena mengandung zat gas tinggi, perut bayi masih belum mampu untuk menetralisirnya.

2. Bermain Di Lantai Tak Beralas

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi yang mulai pandai merangkak atau berjalan, memang akan sering bermain di atas lantai tak beralas. Mereka selalu menunjukkan raut wajah kebahagiaan saat bermain di atasnya. Namun kenyataannya, bayi benar-benar masuk angin setelah terlalu lama duduk di atas lantai tak beralas.

Bila perut bayi terbukti kembung karena masuk angin, untungnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya mengajak bayi untuk bergerak lebih aktif secara bertahap, pijat lembut perut bayi, dan tengkurapkan bayi agar membuat bayi bersendawa atau mengeluarkan gas dari arah lain.

3. Kurangnya Asupan Cairan

Ketika tubuh kekurangan cairan, sistem metabolisme tubuh tentu tak bisa berjalan dengan lancar. Karena fungsi cairan adalah sebagai bahan bakar untuk membakar lemak, sekaligus menurunkan risiko konstipasi (ketidakstabilan sistem ekskresi) yang sering dikaitkan dengan sakit perut. Oleh karena itu, menambah asupan cairan menjadi salah satu alternatif meningkatkan sistem imun tubuh.

Sangat direkomendasikan untuk memberikan asupan ASI 3 sampai 4 kali sehari sebagai tindakan preventif sekaligus pengobatan bila memang telah terjadi. Atau bisa juga dengan memberikan susu formula rendah protein seperti susu hipoalergenik. Dimana bayi semakin sehat dan semakin terhindar dehidrasi.

4. Teknik Salah Saat Menyusui

Mungkin sekilas tampak tidak berhubungan, menyusui adalah pemberian ASI yang dilakukan ibu terhadap bayinya. Terutama bayi yang sedang dalam masa penyapihan awal (usia 3-4 bulan). Beberapa kesalahan dapat mengakibatkan perut bayi kembung. Misalnya ketika menyusui posisi mulut bayi tidak tepat terhadap puting susu, sehingga banyak udara yang ikut terserap.

Namun kabar baiknya, para ibu bisa menggunakan teknik yang lebih tepat untuk menyusui bayi. Seperti, menegakkan tubuh bayi saat menyusui. Juga selalu posisikan kepala lebih tinggi dari perut, bilamana menyusui sambil berbaring.

5. Anatomi Tubuh Masih Lemah

Ketika bayi lahir, sebagian besar memang telah memiliki sistem tubuh yang lengkap. Akan tetapi, tetaplah bayi hanya memiliki organ-organ yang belum bisa bekerja secara optimal. Karena kondisi inilah pemberian gizi tambahan, atau faktor eksternal (masuk angin) menjadi salah satu alasan mendasar penyebab kembungnya bayi.

Itulah 5 penyebab bayi kembung secara mendadak yang patut diketahui para orangtua. Semoga apa yang kami tuliskan dapat memberikan gambaran dan membantu untuk mengenali penyebab bayi kembung  sehingga bisa menghindarinya setiap waktu.

Check Also

cara menjaga kesehatan ginjal

Jenis Penyakit Pada Ginjal Dan 5 Cara Menjaga Kesehatan Ginjal

Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang penting. Manusia memiliki 2 buah ginjal. Berat dari …